Limnoecology’s Blog

Aisyah R. Zen

Posted on: June 14, 2009

Analisis Kritis

  1. A. Rujukan

Soejarwoko , Destyan.  3 Mei 2009, Air Pelabuhan Tercemar Radioaktif,  (Online), (http://news.okezone.com/read/2009/05/02/1/216024/air-pelabuhan-tercemar-radioaktif, diakses tanggal 9 April 2009).

  1. B. Tujuan Penulisan Jurnal

Adapun tujuan dari penulisan artikel dengan judul Air Pelabuhan Tercemar Radioaktif ini adalah untuk memberikan informasi kepada masayarkat umum bahwa sumber air bersih di kawasan tanjung perak sudah mengalami pencemaran pada batas yang membahayakan, pencemaran yang terjadi di sumber air bersih di kawasan tanjung perak itu meliputi pencemaran oleh Bakteri E. coli dan zat radioaktif dari limbah kapal, sehingga masyarakat dapat berhati-hati dalam menggunakan air untuk minum, mandi ataupun mencuci.

  1. C. Fakta Baru
  2. D. Pertanyaan
·         Pencemaran tanah dan air di bawah tanah di kawasan Pelabuhan Tanjung Perak sangat parah.
·         Buruknya sanitasi dan buruknya sistem pengelolaan limbah industri diduga sebagi penyebabnya.
·         Sumber air bersih yang berasal dari bawah tanah tak layak untuk dikonsumsi. Hasil uji laboratorium BTKL atas beberapa sampel air tanah menyatakan kandungan E. coli dalam air bawah tanah di kawasan pelabuhan sangat tinggi.
·         Sumber pencemaran air tanah di Pelabuhan Tanjung Perak datang dari mana saja. Adapun area yang menjadi titik merah konsentrasi kebocoran limbah, seperti kawasan pelabuhan Nilam, Jamrud, serta Pelabuhan Kalimas.
·         Sumber pencemaran tidak hanya berasal dari limbah BBM industri maupun kapal, tapi ditengarai juga berasal dari kebocoran limbah kimia pabrik-pabrik di kawasan pelabuhan, zat logam berat, serta limbah kimia lain yang mengandung zat radio aktif.

Pertanyaan yang muncul setelah membaca artikel tersebut adalah bagaimana menanggulangi pencemaran yang telah terjadi tersebut.

  1. E. Solusi

Adapun solusi yang dapat diberikan sebagai usaha untuk menanggulangi pencemaran tersebut adalah:

  • Pengadaan alat pengolahan limbah, seperti pembuatan kolam pengolahan limbah. Untuk limbah industri dilakukan dengan mengalirkan air yang tercemar ke dalam beberapa kolam kemudian dibersihkan, baik secara mekanis (pengadukan), kimiawi (diberi zat kimia tertentu) maupun biologis (diberi bakteri, ganggang atau tumbuhan air lainnya). Pada kolam terakhir dipelihara ikan untuk menguji kebersihan air dari polutan yang berbahaya. Reaksi ikan terhadap kemungkinan pengaruh polutan diteliti. Dengan demikian air yang boleh dialirkan keluar (selokan, sungai, laut dll.) hanyalah air yang tidak tercemar.
  • Penegakan hukum atas para pelaku kejahatan lingkungan, dengan membuat UU tentang konservasi lingkungan.
  • Peningkatan penjagaan di daerah perairan seluruh Indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: